Cara Memakai Masker yang Benar Agar Tidak Menghirup Debu Polusi Udara

09.22
Menghirup polusi udara dapat menyebabkan sekian banyak  macam masalah kesehatan. Memakai masker hidung dapat menjadi teknik yang lumayan ampuh untuk mengayomi diri. Masker hidung juga dapat mencegah penularan kuman penyebab penyakit. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih suka keliru saat menggunakan masker ini. Jadi, bagaimana teknik memakai masker yang benar?

Siapa saja yang usahakan menggunakan masker medis ini?

Setiap orang yang berisiko tinggi terkena debu jalanan ketika beraktivitas di luar ruangan sangat dianjurkan untuk menggunakan masker hidung. Termasuk pun saat berkendara dengan transportasi umum.

Di samping itu, masker hidung pun harus digunakan oleh:
  • Orang-orang yang sedang sakit infeksi pernapasan (flu, pneumonia, bronkitis, TBC, dan lainnya)
  • Orang yang mengasuh pasien dengan infeksi pernapasan.
  • Orang yang mendatangi klinik atau lokasi tinggal sakit, tergolong dokter dan perawat yang bekerja di sana.
  • Pekerja yang menangani makanan

Masker ini dapat mencegah kita menyebarkan cucuran liur atau ingus yang barangkali saja berisi kuman. Masker wajah pun dapat mengayomi Anda dari cipratan cairan tubuh orang lain saat batuk dan bersin.

Bagaimana teknik memakai masker hidung yang tepat?

Meski sepertinya mudah, teknik pakai masker hidung jangan sembarangan. Cara menggunakan yang keliru dapat sangat menambah risiko bisa jadi terjadinya masalah. Berikut panduan teknik memakai masker hidung alias alias masker bedah yang benar:
  • Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kehormatan atau kekecilan.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
  • Cari sisi luar masker. Jika masker kita mempunyai dua warna bertolak belakang (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker ialah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sedangkan lapisan hijau menghadap ke luar.
  • Tentukan sisi atas masker, seringkali ditandai dengan adanya garis kawat hidung.
  • Untuk masker yang memakai tali: posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, kemudian ikat kedua sisi tali di unsur atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah dapat menggantung, tarik masker ke bawah untuk dapat menutup mulut sampai dagu. Ikat tali unsur bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
  • Untuk masker karet: Anda melulu perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga.
  • Setelah masker menempel aman di wajah, cubit unsur kawatnya untuk mengekor lekuk hidung Anda supaya masker lebih tertutup rapat.
  • Panjangkan lipatan-lipatan masker kebawah untuk memblokir semua unsur yang mesti diblokir yakni hidung, mulut, sampai dagu.
  • Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker lagipula sebelum membasuh tangan.

Masker yang sudah dipakai hanya boleh dipakai sekali pakai. Bahkan sejumlah sumber mengaku bahwa masker ini melulu efektif dipakai selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.

Bagaimana teknik melepaskan masker medis dengan tepat?

  • Sama halnya dengan memakai masker, sebelum mencungkil masker seharusnya cuci tangan lebih dahulu.
  • Saat melepas masker, hindari menyentuh unsur depan masker sebab bagian itulah yang diisi oleh kuman yang menempel dari luar. Hanya sentuh unsur tali atau karet pengaitnya.
  • Untuk mencungkil masker karet, pegang kedua karet yang menempel di telinga, lepaskan dari telinga dan buang ke lokasi sampah.
  • Untuk melepas masker tali, kesatu buka tali unsur bawahnya, selanjutnya lepaskan tali unsur atas.
  • Langsung buang ke lokasi sampah tanpa menyentuh unsur depan masker.
  • Setelah melepas masker dan membuangnya di lokasi sampah, sebiaknya cuci tangan atau pakai hand sanitizer.
  • Jika masker sudah bobrok atau tampak kotor, segera ganti masker tersebut.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.