Jenis Penyakit Multiple Sclerosis yang Mirip, Tapi Sebenarnya Beda

21.33
Multiple sclerosis, disingkat MS, ialah penyakit kronis yang menyerang faedah sistem saraf pusat, laksana di benak dan sumsum tulang belakang. Akibatnya, benak pun kendala untuk mengirim sinyal ke semua tubuh. Penyakit ini dapat dipisahkan menjadi sejumlah macam jenis, menurut fenomena serta situasi penyakitnya dalam tubuh Anda. Lantas, apa saja jenis penyakit multiple sclerosis? Simak ulasannya inilah ini.

Jenis penyakit multiple sclerosis yang sering dirasakan serupa

1. Relapsing-Remitting Multiple Sclerosis (RRMS)

RRMS ialah jenis penyakit multiple sclerosis yang sangat umum. Sekitar 85 persen orang dengan MS mengidap jenis penyakit ini. RRMS ditandai dengan fase relaps (kambuh) dan fase remisi (gejala mereda).

Fase relaps pada seluruh jenis penyakit multiple sclerosis diduga terjadi dampak peradangan pada selubung mielin (pelindung serabut saraf). Selubung mielin memungkinkan berlangsungnya komunikasi yang cepat salah satu sel-sel saraf. Ketika selubung mielin saraf rusak, maka saraf tidak dapat bermanfaat dengan baik.

Sedangkan sekitar fase remisi, fenomena yang hadir akan hilang beberapa atau bahkan seluruhnya. Sebagian orang dapat mendapatkan faedah sarafnya kembali, ini dengan kata lain perlahan fenomena dapat disembuhkan. Namun, pada sejumlah orang lainnya gejalanya kambuh melulu sebagian bahkan terdapat yang tidak pulang sama sekali.

2. Primary Progressive Multiple Sclerosis (PPMS)

PPMS menyumbang selama 10 persen kejadian pada penyakit multiple sclerosis. PPMS ialah jenis yang sangat bertolak belakang dengan RRMS di atas. Pasalnya, fenomena PPMS seringkali terjadi pada orang berusia 40-60 tahun, sementara RRMS banyak sekali diidap oleh orang yang lebih muda, selama 20-30 tahun.

Di samping itu, nyaris semua orang yang mengidap PPMS merasakan gejala mula yaitu sulit berjalan. Pasalnya, PPMS memengaruhi sumsum tulang belakang sampai-sampai pasien jadi kendala saat berlangsung atau beraktivitas. Secara umum, meskipun tingkat keparahannya bertolak belakang pada masing-masing orang, penurunan faedah tubuh pada PPMS terjadi secara bertahap dari masa-masa ke waktu.

3. Secondary Progressive Multiple Sclerosis (SPMS)

SPMS terjadi ketika orang dengan RRMS mulai bertansisi ke jenis penyakit multiple sclerosis lainnya. Sekitar 50 persen orang yang mengidap RRMS bakal berkembang menjadi SPMS dalam masa-masa 10 tahun. Pada permasalahan ini, orang yang sudah berhenti merasakan fase remisi bakal mengalami fenomena yang tambah parah, namun tetap stabil.

Gejala multiple sclerosis jenis ini seringkali akan semakin memburuk dari masa-masa ke waktu, namun tanda-tandanya bertolak belakang pada masing-masing orang.

4. Progressive Relapsing Multiple Sclerosis (PRMS)

Para berpengalaman memercayai bahwa penderita multiple sclerosis tipe PRMS dapat mengalami cacat lebih cepat dikomparasikan orang dengan penyakit multiple sclerosis jenis PPMS. Hal ini dapat terjadi sebab pada PRMS, gejalanya dapat kambuh di saat faedah saraf pasien telah semakin menurun. Ini menciptakan pasien PRMS seakan-akan sedang diserang dari dua arah.

5. Clinically Isolated Syndrome (CIS)

Ada pun jenis penyakit multiple sclerosis kelima yang ditandai dengan munculnya fenomena seperti fase relaps, namun orang itu belum mengisi kriteria guna didiagnosis menderita multiple sclerosis. Maka itu, belum dapat dipastikan penyakitnya bakal berkembang menjadi multiple sclerosis atau tidak.

CIS mengacu pada fenomena gangguan saraf kesatu dampak adanya peradangan pada sistem saraf pusat dan kehancuran selubung mielin yang mengelilingi saraf di benak dan sumsum tulang belakang. Bagi meyakinkan jenis penyakit multiple sclerosis mana yang kita alami dan teknik penanganannya, segera cek ke dokter.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.