Sehat Mana Teh Hijau Atau Teh Hitam?

17.07

Teh dapat dibilang sebagai minuman sejuta umat. Selain dapat diminum oleh seluruh kalangan, teh pun pas guna diminum kapan pun. Baik di pagi, siang, sore, ataupun malam hari. Menariknya, teh punya pelbagai varian jenis yang memperkaya pilihannya. Di antaranya ialah teh hijau dan teh hitam. Memang, apa perbedaan teh hijau dan teh hitam? Adakah guna khususnya untuk kesehatan?

Apa perbedaan teh hijau dan teh hitam?

Kedua teh ini sama-sama berasal dari daun tumbuhan Camellia sinensis. Perbedaan teh hijau dan teh hitam yang utama ialah proses pembuatanya. Teh hitam diproses sedemikian rupa melewati fermentasi, sementara teh hijau melulu melalui satu kali proses penyaringan. Karena perbedaan dalam pengolahannya, kandungan kedua teh ini juga berbeda.

Teh hijau

Teh hijau dikenal sebagai sumber antioksidan polifenol yang kuat, terutama epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Itulah kenapa teh hijau diandalkan punya segudang khasiat baik guna menunjang kesehatan tubuh.

Khasiatnya mulai dari menghambat pertumbuhan sel kanker, meminimalisir penumpukan plak beta-amyloid di benak pada orang dengan Alzheimer, memberi efek nyaman dan rileks untuk tubuh, hingga beraksi sebagai anti mikroba.

Jika sebelumnya teh hitam disebut melewati proses fermentasi dalam pembuatannya, maka bertolak belakang dengan teh hijau. Itu sebabnya, teh hijau punya warna yang jauh lebih cerah daripada teh hitam.

Teh hitam

Tidak kalah dengan teh hijau, teh hitam pun mempunyai antioksidan polifenol mempunyai nama theaflavin. Senyawa ini terbentuk alami sekitar proses fermentasi dilangsungkan dan menyumbang sejumlah tiga hingga enam persen dari semua kandungan polifenol dalam teh hitam.

Manfaat yang diserahkan pun luar biasa. Polifenol ini dapat menunjang buatan antioksidan alami dalam tubuh; mengayomi sel lemak dari kerusakan dampak radikal bebas; menurunkan kadar kolesterol dan gula darah tinggi; serta melindungi faedah jantung dan pembuluh darah.

Proses penciptaan teh hitam juga terbilang unik, daun teh mesti digiling terlebih dahulu sembari terkena langsung dengan udara untuk mengoptimalkan proses fermentasi. Di etape inilah komponen aktif theaflavin dihasilkan. Serangkaian proses fermentasi berikut yang mengakibatkan daun teh berubah warna menjadi cokelat gelap, disertai dengan evolusi rasa.

Teh hitam dan teh hijau ternyata punya guna yang sama

Di balik perbedaan teh hijau dan teh hitam, dua-duanya memiliki sejumlah manfaat yang sama, di antaranya:

1. Meningkatkan faedah otak

Teh berisi stimulan familiar yakni kafein yang tentunya pun ada dalam teh hitam dan teh hijau. Meski begitu, kandungan kafein dalam teh hijau relatif lebih tidak banyak daripada teh hitam. Kedua jenis teh ini pun berisi asam amino L-theanine.

Interaksi antara kafein dan asam amino L-theanine dalam teh menyumbang guna menguntungkan, karena dapat membantu menambah kadar hormon dopamin dan serotonin bersangkutan evolusi suasana hati yang lebih baik. Di sisi lain, kafein bakal menstimulasi sistem saraf dan L-theanine yang mencungkil neurotransmiter penghambat di otak.

Itu sebabnya, interaksi kedua komponen ini bakal berujung pada peningkatan faedah otak, kewaspadaan, reaksi, sekaligus memori jangka panjang.

2. Melindungi jantung

Sudah tidak diragukan lagi, teh hitam dan teh hijau kaya bakal antioksidan polifenol. Lebih spesifiknya lagi, dua-duanya berisi flavonoid yang adalahsalah satu jenis antioksidan dalam kumpulan polifenol, walau dalam jenis yang berbeda.

Namun, jenis flavonoid yang bertolak belakang pada teh hijau dan teh hitam dinilai baik dalam meminimalisir risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke. Bahkan, teh hijau dan teh hitam juga disinggung mampu menurunkan desakan darah dan kadar kolesterol “jahat” atau LDL.

3. Mendukung faedah tulang dan gigi

Teh hitam dan teh hijau pun menunjang tulang dan gigi yang sehat berkat kandungan fluoridenya. Hanya saja, teh hitam punya kandungan fluoride yang tidak banyak lebih tidak sedikit daripada teh hijau. Fluoride nantinya berperan untuk menangkal timbulnya lubang pada gigi dengan memperkuat strukturnya.

Jadi, lebih sehat yang mana?

Meskipun kedua varian teh ini berisi jenis antioksidan polifenol yang berbeda, manfaatnya dapat dibilang sama-sama baik guna tubuh. Sedikit perbedaannya hanyalah terletak pada jumlah antioksidan, kandungan kafein, dan asam amino L-theanine.

Anda dapat menyesuaikan sendiri dengan keperluan gizi atau situasi kesehatan Anda. Bila kita punya penyakit GERD atau refluks asam lambung misalnya, teh hijau dapat jadi opsi yang lebih baik sebab kafeinnya lebih sedikit.

Selebihnya, baik teh hijau maupun teh hitam punya khasiat yang serupa untuk kesehatan tubuh. Bahkan, teh hijau dan teh hitam dapat jadi opsi yang tepat bila Anda sedang menggali minuman berisi kafein yang tidak sekuat kopi. Maka itu, tidak terdapat salahnya guna menyisipkan secangkir teh hijau atau teh hitam sebagai rekan bersantai Anda.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.