Stres Sering Bikin Sembelit

13.12

Saat konstipasi alias sembelit terjadi, tidak sedikit orang yang merasa uring-uringan dan tidak nyaman tentunya. Ya, biasanya, penyebab sembelit berasal dari pola santap yang salah, tidak cukup istirahat, tidak cukup minum, atau karena hal kehamilan. Namun terkadang, Anda barangkali masih saja merasakan sembelit, sebenarnya sudah lumayan istirahat dan tidak santap yang aneh-aneh. Bisa jadi, ini sebab Anda sedang stres. Memangnya, apa hubungannya stres dan sembelit? Cari tahu lewat pembahasan berikut ini.

Stres dapat jadi penyebab sembelit

Sembelit ialah kondisi saat pergerakan usus ingin melambat sehingga menciptakan Anda susah buang air besar dalam masa-masa yang lama. Berdasarkan keterangan dari WebMD, seseorang disebutkan mengalami sembelit andai frekuensi buang air besar tidak cukup dari 3 kali seminggu. Meskipun memang, kondisinya dapat berbeda-beda pada masing-masing orang.

Penyebab sembelit ini umumnya sebab kurang konsumsi makanan berserat, tidak cukup minum, atau situasi kehamilan. Namun, bila Anda sudah mengawal pola santap dan lumayan istirahat namun masih saja sembelit, dapat jadi kita sedang stres.

Coba ingat-ingat lagi, apakah akhir-akhir ini kita sedang dirundung masalah yang memberi beban pada pikiran? Entah tersebut karena diburu deadline, menghadapi ujian, atau barangkali habis cekcok dengan pasangan? Nah, bila ya, maka dapat jadi berikut penyebab sembelit yang kita alami.

Sebagian besar sistem organ tubuh kita terhubung langsung dengan otak, termasuk pun sistem pencernaan. Ini artinya, saat otak sedang stres atau tertekan, maka efeknya dapat menjalar ke sistem pencernaan. Mulai dari sakit perut sampai sembelit.

Stres dan khawatir berlebihan akan memicu produksi hormon serotonin dalam tubuh. Dalam jumlah yang normal, hormon serotonin ini sebetulnya bermanfaat untuk menambah kontraksi otot-otot usus halus pada sistem pencernaan. Dengan begitu, makanan yang terdapat di usus halus bakal cepat bergerak dan beralih ke usus besar.

Namun bilamana hormon serotonin diproduksi secara berlebihan, urusan ini malah dapat merangsang kejang perut. Jika kejang perut terjadi di semua bagian usus besar, maka proses pencernaan terjadi lebih cepat dan memunculkan diare. Sementara andai kejang perut terjadi pada di antara bagian usus besar, proses pencernaan makanan bakal terhenti dan merangsang sembelit.

Terlebih, stres menciptakan Anda jadi susah mengendalikan nafsu makan. Mungkin kita terbiasa santap makanan sehat, tapi saat sedang stres, Anda berpindah untuk santap apa saja yang dapat meningkatkan mood. Entah tersebut es krim, gorengan, burger, dan sebagainya.

Meski dapat membetulkan suasana hati yang kacau, jenis makanan itu justru dapat menyebabkan sembelit dan memperparah gejalanya.

Stres juga dapat memicu masalah pencernaan lainnya

Meski seringnya mengakibatkan sembelit, stres yang terus-terusan tidak dipedulikan ternyata bisa berdampak fatal. Bukan hanya sekadar mengakibatkan susah buang air besar, stres berkepanjangan juga dapat memicu masalah pencernaan lainnya. Di antaranya:

1. Gangguan usus (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) ialah penyakit pencernaan umum yang memengaruhi kerja usus besar. Kondisi ini seringkali ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kelaziman buang air besar, yang semula fasih menjadi lebih jarang alias sembelit atau sebaliknya justeru jadi diare.

Sampai ketika ini, penyebab IBS masih belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, para berpengalaman menduga stres jadi di antara pemicunya. Hal ini sudah diungkapkan melewati sebuah riset dalam World Journal of Gastroenterology tahun 2014 silam.

Dalam riset tersebut, stres diketahui bisa memperparah fenomena IBS dengan menambah atau menghambat sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom ini bertanggung jawab terhadap insting “kabur atau lawan” pada ketika menghadapi ancaman. Akibatnya, reaksi tubuh jadi berlebihan dan memicu fenomena IBS.

2. Radang usus (IBD)

Inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit radang usus ialah kondisi ketika usus besar merasakan peradangan kronis. Tak jauh bertolak belakang dengan IBS, fenomena radang usus mencakup sakit perut, demam, diare, atau sembelit.

Gejala radang usus ternyata dapat makin parah saat Anda stres, cemas, atau depresi. Jika stres terjadi dalam masa-masa lama, tubuh akan mencungkil hormon kortisol (hormon stres) yang dapat menambah respon peradangan guna melawan zat asing. Alhasil, radang usus jadi kian parah dari masa-masa ke waktu.

Bagaimana teknik mengatasi stres agar tidak sembelit?

Karena penyebab sembelit ini berasal dari stres, kunci terpenting untuk menanggulangi sembelit ialah dengan mengendalikan pikiran. Semakin rileks tubuh dan pikiran, maka otot-otot di sekujur tubuh kita pun bakal ikut rileks. Termasuk pun otot-otot pencernaan, sampai-sampai sembelit dapat berkurang tidak banyak demi sedikit.

Anda pasti mempunyai teknik masing-masing untuk menanggulangi stres. Entah dengan memperhatikan musik, curhat ke sahabat, mencatat jurnal, yoga, atau sekadar jalan-jalan ke taman.

Di samping dengan mengonsumsi makanan berserat, kita boleh pun menggunakan obat pencahar untuk menolong melancarkan buang air besar. Namun, usahakan konsultasikan dulu ke dokter guna meyakinkan penyebab sembelit Anda. Dokter bakal menyesuaikan penyembuhan sembelit cocok dengan penyebabnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.